TRANSPORTATION AND ERECTION

Tahap-tahap dalam transportasi dan ereksi (Pelaksanaan Konstruksi) meliputi:

Transportasi Dan Alat Angkat

Transportasi adalah pengangkatan elemen dari pabrik ke lokasi pemasangan. Sistem transportasi berpengaruh terhadap waktu, efisiensi konstruksi dan biaya transport.

Pada dasarnya ada dua bentuk transportasi:

1. Transportasi jalan raya
2. Transportasi dengan rail

Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam melakukan transportasi, antara lain:

1. Jarak angkut
2. Dimensi objek yang diangkut
3. volume objek yang diangkut
4. Frekuensi pengangkutan
5. Sifat material objek yang diangkut
6. Waktu yang tersedia
7. Lokasi pembangunan
8. Lokasi proyek dan aksessibilitas
9. Biaya
10. Legalisasi sistem transportasi

Alat angkat yaitu memindahkan elemen dari tempat penumpukan ke posisi penyambungan (perakitan).

Peralatan angkat untuk memasang beton pracetak dapat dikategorikan sbb:

1. Crane mobile
2. Crane teleskopis
3. Crane menara
4. Crane portal

Pelaksanaan Konstruksi ( Ereksi )

Metode dan jenis pelaksanaan konstruksi antara lain:
1. Dirakit per elemen
2. Lift – Slab system

Metode Pelaksanaan Proyek

Metode Kerja

Berikut ini adalah tahapan-tahapan kerja yang selalu kami lakukan dalam setiap proyek pembangunan sebuah jembatan:

Persiapan Kerja

a. Mobilisasi Tenaga Kerja

Mempersiapkan tenaga kerja yang profesional yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan adalah langkah vital pertama sebelum melaksanakan pekerjaan. Selain para pekerja lapangan, dalam pelaksanaannya juga harus mempersiapkan staf pengawas lapangan dan konsultan.

b. Mobilisasi Peralatan

Mobilisasi peralatan mutlak diperlukan untuk mendukung kelancaran terlaksananya kegiatan proyek. Oleh sebab itu alat-alat berat digunakan sebagai salah satu fasilitas dalam pekerjaan di lokasi proyek, mulai dari tahap pelaksanaan sampai akhir tahap pelaksanaan.

Mengenai alat-alat berat tersebut, harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kondisi lapangan serta kemampuan pelaksanaan. Di Wag-Ner Fabrication, dilakukan koordinasi lebih dahulu terhadap sejumlah alat berat. Koordinasi tersebut dilaksanakan secermat mungkin untuk mendapatkan efisiensi pekerjaan yang semaksimal mungkin.

Peralatan yang dipergunakan pada proyek antara lain Motor Grader, Tired Roller, Vibrating Compactor, Mobil Pick up, Sekop Penebar Agregat, Aspalt sprayer, Tandem Roller dsb.

Mobilisasi Material

Material yang dipergunakan dalam proyek pembangunan sebuah jembatan antara lain berupa agregat kelas A, agregat kelas B, dan aspal. Batu pecah yang berupa bahan dasar dari agregat kelas A dan agregat kelas B kami datangkan langsung dari jasa peyedia sampai ke tempat pelaksanaan proyek. Sedangkan untuk aspal, diperoleh dari tempat pengolahan aspal.

Pelaksanaan Lapangan

Pelaksanaan pekerjaan untuk proyek pembangunan jembatan meliputi antara lain pekerjaan tanah dasar yaitu berupa galian dan timbunan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tergantung pada kondisi lokasi proyek.